Namun, badan yang terus-menerus terasa lemas tanpa penyebab yang jelas tidak selalu sekadar tanda kurang istirahat. Kelelahan yang menetap dapat berkaitan dengan anemia, gangguan tidur, diabetes, masalah tiroid, efek obat, gangguan kesehatan mental, hingga sejumlah penyakit kronis.
Apa Bedanya Lemas dan Kelelahan?
Rasa lemas sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika tubuh terasa tidak memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Sementara itu, kelelahan atau fatigue lebih berkaitan dengan berkurangnya energi, kemampuan beraktivitas, dan konsentrasi.
Keduanya dapat muncul bersamaan. Seseorang mungkin merasa tubuhnya berat untuk bergerak, cepat lelah ketika bekerja, sulit berkonsentrasi, atau tetap merasa tidak segar meskipun sudah tidur.
Jika keluhan hanya muncul sesekali setelah aktivitas berat, kondisi tersebut biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Sebaliknya, rasa lemas yang berlangsung lama dan tidak membaik meskipun sudah cukup beristirahat perlu diperhatikan karena bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan tertentu.
Apa Penyebab Badan Terasa Lemas dan Tidak Bertenaga?
Ada banyak kemungkinan penyebab tubuh terasa lemas. Faktor gaya hidup merupakan salah satu yang paling sering ditemukan, tetapi kondisi medis juga perlu dipertimbangkan apabila keluhan berlangsung terus-menerus.
1. Kurang tidur
Kurang tidur atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur dapat membuat tubuh kehilangan energi pada siang hari. Seseorang mungkin merasa mengantuk, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan tidak bersemangat menjalankan aktivitas.
Tidur yang cukup bukan hanya soal berapa lama seseorang berada di tempat tidur, tetapi juga kualitas tidur. Gangguan tidur seperti sleep apnea dapat membuat seseorang sering terbangun tanpa menyadarinya sehingga pada pagi hari tubuh tetap terasa lelah.
Karena itu, apabila seseorang sudah tidur cukup tetapi hampir setiap hari bangun dalam kondisi sangat lelah, masalahnya mungkin bukan sekadar kurang tidur. Gangguan tidur tertentu perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.
2. Terlalu banyak aktivitas atau kurang berolahraga
Aktivitas fisik yang berlebihan dapat menguras cadangan energi tubuh dan membuat badan terasa lemas. Kondisi tersebut umumnya membaik setelah tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.
Di sisi lain, terlalu jarang bergerak juga dapat membuat tubuh terasa kurang bugar. Kurangnya aktivitas fisik termasuk salah satu faktor gaya hidup yang dapat berkaitan dengan rasa lelah.
Karena itu, tubuh membutuhkan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Olahraga tidak harus selalu berat. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur sesuai kemampuan dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat.
3. Pola makan tidak teratur
Tubuh membutuhkan energi dan berbagai zat gizi untuk menjalankan fungsi sehari-hari. Kebiasaan melewatkan waktu makan, mengonsumsi makanan dengan kualitas gizi yang kurang baik, atau menjalani pola diet yang terlalu ketat dapat membuat tubuh terasa lemas.
Kurangnya asupan zat gizi tertentu juga dapat berkontribusi terhadap kelelahan. Salah satu contohnya adalah anemia akibat kekurangan zat besi atau jenis anemia tertentu yang berkaitan dengan kekurangan vitamin.
Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa anemia dapat menyebabkan seseorang mudah capek, lelah, letih, lesu, lemah, serta sulit berkonsentrasi.
4. Dehidrasi
Kekurangan cairan dapat membuat tubuh terasa lemah dan tidak nyaman, terutama setelah banyak berkeringat, beraktivitas di cuaca panas, atau mengalami muntah dan diare.
Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan, seseorang dapat mengalami rasa haus, mulut kering, pusing, serta penurunan kemampuan untuk beraktivitas. Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan setiap hari menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh.
Jika rasa lemas muncul bersamaan dengan tanda kekurangan cairan yang cukup berat atau tidak membaik setelah memenuhi kebutuhan cairan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Sedang mengalami infeksi atau sakit
Tubuh dapat terasa sangat lelah ketika sedang melawan infeksi. Flu dan berbagai penyakit lainnya dapat menyebabkan energi menurun sehingga seseorang lebih banyak ingin beristirahat.
Pada kondisi seperti ini, rasa lelah biasanya membaik seiring dengan pulihnya penyakit. Namun, apabila rasa lemas terus berlanjut setelah penyakit utama membaik, penyebab lain mungkin perlu dipertimbangkan.
6. Anemia
Anemia merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan tubuh terasa lemas dan mudah lelah. Pada anemia, jumlah sel darah merah atau hemoglobin tidak mencukupi sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh dapat terganggu.
Selain mudah lelah, anemia dapat disertai pucat, pusing, jantung berdebar, sesak napas terutama ketika beraktivitas, dan sulit berkonsentrasi.
Jika keluhan seperti ini berlangsung berulang, pemeriksaan darah dapat membantu mengetahui apakah seseorang mengalami anemia dan apa kemungkinan penyebabnya.
7. Stres dan kondisi psikologis
Rasa lelah tidak selalu berasal dari aktivitas fisik. Stres berkepanjangan, kecemasan, masalah emosional, dan depresi juga dapat membuat seseorang kehilangan energi.
Dalam kondisi tertentu, seseorang dapat merasa tidak bersemangat melakukan aktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan. Tidur juga dapat terganggu sehingga rasa lelah menjadi semakin berat.
Faktor psikologis merupakan salah satu kemungkinan penyebab kelelahan yang perlu dipertimbangkan, terutama apabila tidak ditemukan penyebab fisik yang jelas.
8. Penyakit tertentu
Badan yang terus-menerus lemas juga dapat menjadi gejala dari kondisi medis tertentu. Beberapa di antaranya adalah diabetes, gangguan kelenjar tiroid, penyakit ginjal, penyakit jantung, penyakit hati, infeksi atau peradangan kronis, serta gangguan lainnya.
Hal ini bukan berarti setiap orang yang merasa lemas pasti mengalami penyakit tersebut. Namun, apabila keluhan berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebab sebenarnya.
Bagaimana Cara Mengatasi Badan yang Lemas?
Cara mengatasi badan lemas bergantung pada penyebabnya. Jika keluhan muncul setelah kurang tidur atau terlalu banyak beraktivitas, memberikan waktu istirahat yang cukup dapat membantu tubuh memulihkan energi.
Selain itu, perhatikan pola makan dan pastikan tubuh mendapatkan asupan makanan yang cukup dan beragam. Minum cukup air, menjaga jadwal tidur, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu menjaga kebugaran.
Jika rasa lemas disebabkan oleh penyakit tertentu, penanganannya tentu harus disesuaikan dengan penyebab tersebut. Misalnya, anemia membutuhkan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya, sementara gangguan tidur, diabetes, atau gangguan tiroid membutuhkan penanganan yang berbeda.
Karena itu, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi suplemen atau obat tertentu hanya karena tubuh terasa lemas. Mengetahui penyebabnya terlebih dahulu jauh lebih penting agar penanganannya tepat.
Kapan Badan Lemas Perlu Diperiksakan?
Rasa lemas sebaiknya diperiksakan apabila berlangsung terus-menerus dan tidak membaik meskipun sudah cukup tidur, mengurangi aktivitas, makan dengan baik, dan memenuhi kebutuhan cairan. Mayo Clinic menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila kelelahan tidak membaik setelah sekitar dua minggu meskipun langkah-langkah tersebut telah dilakukan.
Pemeriksaan juga penting apabila rasa lemas disertai gejala lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam berkepanjangan, pucat, sesak napas, jantung berdebar, pusing yang berulang, atau perubahan kondisi tubuh yang tidak biasa.
Sementara itu, rasa lemas yang disertai nyeri dada, sesak napas, detak jantung sangat cepat atau tidak teratur, perasaan akan pingsan, perdarahan yang tidak biasa, atau sakit kepala hebat membutuhkan pertolongan medis segera.
Kesimpulan Penulis
Badan terasa lemas dan tidak bertenaga bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari kurang tidur, terlalu banyak aktivitas, kurang bergerak, pola makan yang tidak teratur, dehidrasi, infeksi, stres, hingga anemia dan penyakit tertentu. Oleh karena itu, rasa lemas tidak selalu berarti tubuh hanya membutuhkan tambahan vitamin atau suplemen.
Jika keluhan hanya muncul sesekali dan membaik setelah tidur, makan, minum, serta beristirahat, biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, rasa lemas yang menetap, semakin berat, atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan karena pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Veronika Aprilia
