Apa Penyebab Demam? Kenali Berbagai Pemicunya dan Kapan Harus Diperiksakan ke Dokter

Info Kesehatan - Demam merupakan salah satu keluhan kesehatan yang sangat umum terjadi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh dan dapat disertai menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot, nafsu makan menurun, hingga tubuh terasa lemas. Pada banyak kasus, demam merupakan bagian dari respons alami sistem kekebalan tubuh ketika sedang melawan infeksi.

Meski sering dianggap sebagai penyakit, demam sebenarnya lebih tepat disebut sebagai gejala atau respons tubuh terhadap kondisi tertentu. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa tinggi suhu tubuh, tetapi juga apa penyebabnya dan apakah terdapat gejala lain yang menyertai.

Apa yang Dimaksud dengan Demam?
Suhu tubuh manusia dapat berubah sepanjang hari dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas dan waktu pengukuran. Secara klinis, demam umumnya mengacu pada peningkatan suhu tubuh hingga sekitar 38 derajat Celsius atau lebih.

Ketika tubuh mendeteksi adanya infeksi atau kondisi tertentu, bagian otak yang disebut hipotalamus dapat mengatur suhu tubuh ke tingkat yang lebih tinggi. Respons tersebut merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh.

Itulah sebabnya demam tidak selalu berarti sesuatu yang berbahaya. Pada sebagian besar orang dewasa dan anak-anak, demam akibat infeksi ringan dapat membaik dalam beberapa hari seiring dengan membaiknya penyakit yang mendasarinya.

Apa Penyebab Demam?
Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat. Infeksi merupakan salah satu penyebab yang paling umum, tetapi bukan satu-satunya.

1. Infeksi virus
Virus merupakan salah satu penyebab demam yang paling sering ditemukan. Flu, infeksi saluran pernapasan, dan berbagai infeksi virus lainnya dapat menyebabkan tubuh mengalami peningkatan suhu sebagai bagian dari respons sistem kekebalan.

Demam akibat infeksi virus biasanya dapat disertai batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, atau penurunan nafsu makan. Gejalanya dapat berbeda-beda tergantung jenis virus yang menginfeksi tubuh.

Pada banyak kasus, infeksi virus dapat membaik dengan istirahat dan perawatan yang sesuai. Namun, apabila gejalanya semakin berat atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

2. Infeksi bakteri
Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan demam. Infeksi bakteri dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh, termasuk saluran pernapasan, saluran kemih, kulit, maupun organ lainnya.

Gejala yang menyertai demam dapat memberikan petunjuk mengenai kemungkinan sumber infeksi. Misalnya, demam yang disertai nyeri ketika buang air kecil dapat mengarah pada infeksi saluran kemih, sedangkan demam bersama batuk, sesak napas, atau nyeri dada dapat berkaitan dengan infeksi pada saluran pernapasan.

Tidak semua infeksi bakteri membutuhkan penanganan yang sama. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik sebaiknya tidak dilakukan sembarangan tanpa pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan.

3. Demam berdarah dengue
Di Indonesia, demam yang muncul secara tiba-tiba juga perlu diperhatikan, terutama ketika terjadi bersamaan dengan gejala yang mengarah pada demam berdarah dengue atau DBD.

Demam berdarah dapat ditandai dengan demam tinggi yang muncul mendadak dan berlangsung selama beberapa hari. Gejala lain dapat berupa sakit kepala, nyeri otot atau sendi, mual, serta pada kondisi tertentu muncul tanda perdarahan seperti bintik merah pada kulit, mimisan, atau perdarahan pada gusi.

Karena gejala awal DBD dapat menyerupai penyakit lain, seseorang yang mengalami demam tinggi tanpa penyebab jelas, terutama jika disertai gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya mendapatkan pemeriksaan medis.

4. Infeksi lainnya
Demam juga dapat muncul pada berbagai penyakit infeksi lain. Jenis infeksi dan gejala penyertanya sangat beragam sehingga tidak tepat menentukan penyebab hanya berdasarkan tinggi rendahnya suhu tubuh.

Demam yang berlangsung lama, berulang, atau disertai penurunan kondisi tubuh perlu dievaluasi lebih lanjut. Dokter dapat mempertimbangkan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti tes darah atau pemeriksaan lainnya sesuai kebutuhan.

5. Reaksi terhadap obat atau vaksin
Pada sebagian orang, peningkatan suhu tubuh dapat terjadi sebagai respons setelah mendapatkan vaksinasi. Demam ringan dalam situasi tersebut dapat menjadi bagian dari respons sistem kekebalan tubuh.

Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh sebagai efek samping. Karena penyebabnya dapat berbeda-beda, penting memperhatikan kapan demam mulai muncul dan apakah terdapat perubahan obat atau tindakan medis sebelumnya.

6. Kondisi peradangan dan penyebab lainnya
Demam tidak selalu disebabkan oleh infeksi. Kondisi peradangan tertentu juga dapat meningkatkan suhu tubuh. Selain itu, paparan panas berlebihan atau kondisi medis tertentu dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat.

Karena penyebab demam sangat beragam, demam yang tidak memiliki penyebab jelas dan berlangsung cukup lama sebaiknya tidak hanya ditangani dengan obat penurun panas. Pemeriksaan diperlukan untuk mencari sumber masalahnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Demam di Rumah?
Jika demam tergolong ringan dan tidak disertai tanda bahaya, langkah utama adalah memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dan waktu untuk beristirahat. Minum secara teratur dapat membantu mencegah dehidrasi, terutama apabila demam disertai banyak berkeringat, muntah, atau diare.

Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal. Tubuh tidak perlu dibungkus dengan selimut berlapis-lapis hanya karena merasa menggigil, karena hal tersebut justru dapat membuat panas tubuh sulit dilepaskan.

Obat penurun demam dapat digunakan apabila diperlukan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, tetapi penggunaannya harus mengikuti aturan dosis dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Tidak semua demam harus diturunkan dengan obat apabila seseorang masih merasa nyaman.

Pada anak, orang tua juga sebaiknya tidak hanya berfokus pada angka suhu. Kondisi umum anak, kemampuan minum, respons terhadap lingkungan, serta gejala lain yang muncul juga perlu diperhatikan. Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa penanganan demam pada anak perlu dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan.

Kapan Demam Harus Diperiksakan ke Dokter?
Demam tidak selalu membutuhkan pemeriksaan dokter. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat seseorang sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis.

Pada orang dewasa, demam dengan suhu sekitar 39,4 derajat Celsius atau lebih merupakan salah satu alasan untuk menghubungi tenaga kesehatan, terutama apabila suhu tinggi tersebut menetap atau disertai keluhan lain.

Demam juga perlu segera diperiksa apabila disertai sakit kepala berat, leher kaku, ruam kulit, kebingungan, perubahan kesadaran atau perilaku, muntah terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, nyeri perut, nyeri ketika buang air kecil, atau kejang.

Untuk anak, perhatian khusus perlu diberikan kepada bayi. Bayi berusia kurang dari tiga bulan yang memiliki suhu 38 derajat Celsius atau lebih perlu segera mendapatkan evaluasi medis karena demam pada kelompok usia tersebut dapat berkaitan dengan infeksi serius.

Kementerian Kesehatan juga menyarankan pemeriksaan apabila demam tidak berkurang setelah beberapa hari atau disertai gejala seperti kaku leher, ruam, sakit tenggorokan berat, batuk berdahak, sakit telinga, sakit perut, diare, nyeri ketika buang air kecil, kejang, atau pingsan.

Demam Tinggi Apakah Selalu Berbahaya?
Tingginya suhu tubuh memang perlu diperhatikan, tetapi angka suhu saja tidak cukup untuk menentukan apakah demam berbahaya atau tidak. Kondisi umum seseorang dan gejala yang menyertainya juga sangat penting.

Demam akibat infeksi ringan, misalnya, dapat membuat tubuh tidak nyaman tetapi umumnya dapat pulih tanpa komplikasi. Sebaliknya, demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi pun dapat membutuhkan pertolongan segera apabila disertai gangguan kesadaran, kesulitan bernapas, kejang, leher kaku, atau gejala serius lainnya.

Karena itu, jangan hanya menunggu suhu mencapai angka tertentu sebelum mencari pertolongan. Jika kondisi tubuh memburuk atau muncul tanda bahaya, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.

Kesimpulan Penulis
Demam merupakan respons tubuh yang dapat muncul karena berbagai penyebab, terutama infeksi virus dan bakteri. Kondisi tersebut tidak selalu berbahaya dan pada banyak kasus dapat membaik dalam beberapa hari dengan istirahat, asupan cairan yang cukup, serta penanganan gejala yang tepat.

Namun, demam tidak sebaiknya dianggap sebagai keluhan biasa apabila berlangsung lama, semakin tinggi, atau disertai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, sakit kepala berat, leher kaku, ruam, kebingungan, kejang, pingsan, atau tanda dehidrasi. Pada bayi berusia kurang dari tiga bulan, demam 38 derajat Celsius atau lebih juga membutuhkan pemeriksaan medis segera.

Dengan demikian, yang terpenting bukan sekadar menurunkan suhu tubuh, tetapi mengetahui mengapa demam terjadi dan bagaimana kondisi tubuh secara keseluruhan. Jika penyebabnya tidak jelas atau kondisi terus memburuk, pemeriksaan dokter menjadi langkah yang lebih aman.

Nur Amalia
Sumber : Blogger Sidrap

Bagikan ke Media Sosial :
Artikel Terkait :