Meski begitu, menggigil tidak selalu berkaitan dengan cuaca dingin. Respons tersebut merupakan salah satu cara tubuh menghasilkan panas atau merespons perubahan tertentu di dalam tubuh. Demam akibat infeksi, gula darah rendah, stres, kelelahan, hingga beberapa kondisi medis dapat menjadi penyebabnya.
Karena penyebabnya cukup beragam, penting memperhatikan kapan menggigil muncul, berapa lama berlangsung, serta apakah terdapat gejala lain yang menyertainya.
Mengapa Tubuh Bisa Menggigil Padahal Tidak Dingin?
Menggigil terjadi ketika otot berkontraksi dan mengendur secara cepat tanpa disadari. Gerakan tersebut menghasilkan panas dan merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mempertahankan atau meningkatkan suhu tubuh.
Karena itu, seseorang dapat menggigil meskipun berada di ruangan yang hangat. Misalnya, ketika tubuh sedang mengalami demam, otak dapat mengatur suhu tubuh ke tingkat yang lebih tinggi. Tubuh kemudian merespons perubahan tersebut dengan menggigil seolah-olah sedang kedinginan.
Dengan kata lain, sensasi menggigil tidak selalu menunjukkan bahwa suhu lingkungan terlalu rendah. Kondisi di dalam tubuh juga dapat memicu respons yang sama.
Apa Penyebab Tubuh Sering Menggigil?
1. Demam atau infeksi
Salah satu penyebab paling umum menggigil tanpa merasa kedinginan adalah demam. Ketika tubuh melawan infeksi, sistem kekebalan tubuh dapat memicu perubahan pengaturan suhu sehingga suhu tubuh meningkat.
Pada tahap awal demam, seseorang sering kali merasa dingin atau menggigil meskipun suhu tubuh sebenarnya sedang meningkat. Setelah suhu tubuh mencapai tingkat yang lebih tinggi, rasa menggigil dapat berkurang dan tubuh justru mulai terasa panas.
Infeksi virus maupun bakteri dapat menyebabkan kondisi tersebut. Flu, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, dan berbagai infeksi lainnya dapat disertai demam dan menggigil.
Jika menggigil muncul bersama demam, perhatikan juga gejala lain seperti batuk, sakit tenggorokan, nyeri ketika buang air kecil, diare, muntah, atau nyeri pada bagian tubuh tertentu. Informasi tersebut dapat membantu menentukan kemungkinan penyebabnya.
2. Gula darah rendah
Kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat menyebabkan tubuh gemetar atau menggigil. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan oleh penderita diabetes yang menggunakan obat atau insulin tertentu.
Selain tubuh bergetar, gula darah rendah dapat menyebabkan berkeringat, jantung berdebar, lapar, lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan kesadaran.
Jika seseorang mengalami gejala seperti ini dan memiliki diabetes, kadar gula darah sebaiknya diperiksa jika memungkinkan. Hipoglikemia yang berat membutuhkan penanganan segera karena dapat menyebabkan kehilangan kesadaran atau kejang.
3. Stres dan kecemasan
Tubuh juga dapat menggigil ketika seseorang mengalami stres berat, takut, panik, atau kecemasan. Saat menghadapi situasi yang dianggap mengancam, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin yang mempersiapkan tubuh untuk menghadapi keadaan tersebut.
Respons ini dapat menyebabkan jantung berdebar, napas menjadi lebih cepat, tangan berkeringat, otot menegang, dan tubuh terasa gemetar atau menggigil.
Pada sebagian orang, gejala tersebut dapat muncul meskipun tidak ada ancaman fisik yang nyata. Jika menggigil sering muncul ketika sedang mengalami tekanan atau kecemasan, mengatur pernapasan, beristirahat, dan mengurangi pemicu stres dapat membantu.
Namun, apabila kecemasan atau serangan panik terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
4. Kelelahan dan kurang tidur
Tubuh yang terlalu lelah atau kurang tidur juga dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman, termasuk mengalami sensasi gemetar atau menggigil. Kondisi ini dapat semakin terasa setelah melakukan aktivitas fisik yang berat.
Kurang tidur juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur berbagai fungsi normal. Jika tubuh sering terasa menggigil setelah begadang atau menjalani aktivitas yang sangat padat, memberikan waktu istirahat yang cukup dapat membantu.
Meski demikian, menggigil yang terus berulang meskipun pola tidur sudah diperbaiki perlu diperhatikan. Ada kemungkinan terdapat faktor lain yang menyebabkan keluhan tersebut.
5. Efek samping obat atau zat tertentu
Beberapa obat dapat menyebabkan tubuh bergetar atau menggigil sebagai efek samping. Konsumsi zat tertentu, termasuk kafein dalam jumlah berlebihan, juga dapat membuat jantung berdebar dan tangan terasa gemetar pada sebagian orang.
Jika keluhan mulai muncul setelah menggunakan obat baru atau mengubah dosis obat, jangan langsung menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Tenaga kesehatan dapat menilai apakah gejala tersebut berhubungan dengan obat yang dikonsumsi.
Riwayat penggunaan obat juga penting disampaikan ketika seseorang menjalani pemeriksaan karena dapat membantu dokter mencari penyebab keluhan.
6. Gangguan hormon tiroid
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Gangguan pada kelenjar ini dapat memengaruhi energi, suhu tubuh, detak jantung, dan berbagai fungsi lainnya.
Pada hipertiroidisme, misalnya, seseorang dapat mengalami jantung berdebar, mudah berkeringat, berat badan turun tanpa disengaja, sulit tidur, serta tangan gemetar. Sensasi gemetar tersebut terkadang dianggap sebagai menggigil.
Jika tubuh sering bergetar disertai perubahan berat badan, jantung berdebar, mudah berkeringat, atau perubahan pola tidur, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui apakah terdapat gangguan pada fungsi tiroid.
7. Anemia atau kekurangan zat besi
Anemia dapat membuat tubuh terasa lemas, mudah lelah, pusing, dan kurang bertenaga. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat disertai rasa dingin pada tangan dan kaki.
Anemia sendiri tidak selalu menjadi penyebab langsung tubuh menggigil. Namun, apabila sensasi menggigil muncul bersamaan dengan kelelahan yang menetap, pucat, jantung berdebar, atau sesak saat melakukan aktivitas, pemeriksaan darah dapat diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh.
Karena penyebab anemia bermacam-macam, sebaiknya tidak langsung mengonsumsi suplemen zat besi tanpa mengetahui apakah memang terdapat kekurangan zat besi.
Apakah Menggigil Tanpa Kedinginan Berbahaya?
Menggigil sesekali belum tentu menunjukkan masalah kesehatan yang serius. Misalnya, tubuh dapat menggigil ketika mengalami demam, setelah aktivitas berat, ketika sedang stres, atau ketika tubuh kekurangan energi.
Namun, menggigil yang sering terjadi tanpa penyebab yang jelas sebaiknya tidak terus diabaikan. Terlebih jika keluhan berlangsung lama, semakin sering muncul, atau disertai gejala lain.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi umum tubuh. Menggigil bersama demam tinggi, sesak napas, kebingungan, nyeri dada, pingsan, kejang, atau kondisi tubuh yang memburuk dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan segera.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Tubuh Menggigil?
Ketika tubuh tiba-tiba menggigil, cobalah berhenti melakukan aktivitas dan duduk atau berbaring di tempat yang aman. Jika terdapat kemungkinan demam, suhu tubuh dapat diperiksa menggunakan termometer.
Pastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup, terutama jika sebelumnya banyak berkeringat atau sedang mengalami demam, muntah, maupun diare. Jika belum makan dalam waktu lama, mengonsumsi makanan juga dapat membantu, terutama jika keluhan berkaitan dengan kurangnya asupan energi.
Jika menggigil muncul ketika sedang stres atau panik, cobalah mengatur napas secara perlahan dan memberikan tubuh waktu untuk beristirahat. Hindari konsumsi kafein secara berlebihan apabila tubuh sedang terasa gemetar.
Yang tidak kalah penting, jangan hanya berusaha menghilangkan rasa menggigil tanpa memperhatikan penyebabnya. Jika keluhan berulang, mencari faktor pemicunya akan lebih bermanfaat daripada sekadar mengatasi gejala sementara.
Kapan Harus Diperiksakan ke Dokter?
Tubuh yang sering menggigil sebaiknya diperiksakan apabila keluhan terjadi berulang kali, tidak diketahui penyebabnya, semakin berat, atau disertai gejala lain. Pemeriksaan menjadi semakin penting jika menggigil tidak membaik meskipun sudah cukup beristirahat dan kebutuhan makan serta cairan terpenuhi.
Segera cari pertolongan medis apabila menggigil disertai kesulitan bernapas, nyeri dada, kebingungan, penurunan kesadaran, kejang, pingsan, atau kelemahan tubuh yang berat. Demam tinggi yang disertai kondisi tubuh yang semakin memburuk juga perlu mendapatkan perhatian medis.
Pada penderita diabetes, menggigil yang disertai keringat dingin, gemetar, kebingungan, atau penurunan kesadaran perlu dicurigai sebagai kondisi gula darah rendah dan membutuhkan penanganan yang cepat.
Kesimpulan Penulis
Tubuh yang sering menggigil padahal tidak sedang berada di tempat dingin dapat disebabkan oleh berbagai hal. Demam akibat infeksi, gula darah rendah, stres, kelelahan, kurang tidur, efek obat, gangguan tiroid, dan kondisi kesehatan tertentu dapat menimbulkan sensasi tubuh bergetar atau menggigil.
Menggigil sesekali biasanya tidak perlu langsung dikhawatirkan, terutama jika penyebabnya jelas dan keluhan segera membaik. Namun, apabila tubuh sering menggigil tanpa alasan yang jelas atau keluhan disertai demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, kebingungan, pingsan, kejang, atau gejala berat lainnya, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.
Pada akhirnya, menggigil bukanlah penyakit, melainkan sebuah respons tubuh. Karena itu, memahami kapan menggigil muncul dan gejala apa yang menyertainya menjadi kunci untuk mengetahui apakah kondisi tersebut hanya sementara atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Fitri Syahputri
